Carlos Castenada
“Kita takkan bisa sukses kalau hanya memikirkan apa yang akan kita perbuat.”
Henry Ford
Pernahkah peristiwa ini terjadi pada dirimu?, ketika kamu sedang duduk dirumah atau di kos. Telepon berdering. Penelpon meminta kamu mencatat nomor teleponnya. Kamu permisi sebentar hendak mengambil pensil. Nah, saat mencari pensil, semua barang kamu keluarkan. Meja jadi berantakan dengan resep obat, ijazah SMA, cangkir kopi, baut-baut, oli, kacang Garuda, krupuk, warnet bill, koran-koran dan sembarang buku yang berserakan. Kemudian kamu kembali meraih gagang telepon dan berkata, “Tunggu ya, Pensilnya belum ketemu…”
Kemudian kamu membuka laci yang penuh dengan baterai, senter, odol, foto-foto, brosur kuliah, krayon milik adikmu. Krayon ! kamu buru-buru mengangkat gagang telepon dan mencatat nomor penelpon di kulit jeruk dengan krayon.
Setelah menerima telepon, kamu berfikir, “Wah, ijazah ini akhirnya kutemukan juga. Harus kumasukkan ke map, biar ngga’ hilang lagi.” Kemudian juga memasukkan tiket-tiket dan brosur-brosur ke dalam map. Sebelum sadar, tanganmu segera merapikan semuanya; cangkir kopi ke dapur, warnet bill di dinding dan kulit pisang ke keranjang sampah. Kamu juga sempat membersihkan gagang telepon yang berlumuran meses donat.
Tiba-tiba terbesit visi di benakmu, “Bisa saja sebenarnya kamar saya rapi.” Semangat tumbuh. Kamu mulai berencana, “Saya akan membuat label kode berwarna di tiap map; harus beli tempat untuk bolpoin; keranjang sampah harus dikosongkan seminggu sekali” Misimu sekarang lebih penting dari alat di rumah. Berusaha menciptakan kamar terbersi di dunia! Dimalam hari selusin pensil berhasil ditemukan. Peduli amat! Kamu sedang sibuk dengan sapu. Inilah Prinsip menjaga kebersihan kamar yang berlaku ketika kamu menulis makalah, mencuci sepeda, main komputer dan segala hal lainnya. Kamu jadi bersemangat setelah memulai. Terjun untuk merasakan energi dan kesenangan.
Kita seringkali membuat kekeliruan dan kesalahan dengan mengatakan, “Kalau saya bersemangat, saya akan berolahraga tiap pagi!” Keliru! Mulailah sekarang. “Kalau saya lebih antusias, PR bisa saya kerjakan.” Salah!, “Kalau saya punya uang, saya akan mulai bisnis kecil-kecilan!” Tidak betul!.
Kamu mendapatkan energi dan antusiasme setelah memulai. Ya, rahasianya adalah memulai. Yang penting lainnya tentang memulai: Sampai kapanpun kamu tidak pernah siap kalau menunggu kesiapan! Misalnya, berpidato di depan publik. Apakah kamu siap 100 persen untuk berpidato? Tidak kan!. Sebanyak-banyaknya kamu menulis naskah dan belajar berpidato, yang keluar dari mulut pastilah, “Seandainya waktu perpisahan masih banyak…”
Saya pernah bilang, “Pak, beri saya jaminan tidak akan gagal, maka saya akan memulai.” Uoh, ya.. ngga’ lah!. Yang penting siapkan sebaik-baiknya, kemudian mulailah tanpa perlu jawaban dan jaminan.
Orang pandai hidup dengan tindakan, bukan memikirkan tindakan.”